Rabu, 17 Februari 2010

Penangkal Hypertensi

Seledri

Tekanan darah tinggi termasuk penyakit yang tidak menunjukkan tanda-tanda jelas. Sebagian besar penyebabnya pun masih misterius. Sekitar 95% penderitanya tidak diketahui penyebabnya yang jelas. Hipertensi begini biasanya disebut hipertensi primer. Sisanya, hanya 5%, diketahui dengan jelas penyebabnya, umumnya penyakit ginjal kronis, dan disebut hipertensi sekunder.

Bila tidak segera di atasi, penyakit yang sering disebut “The Silent Killer” ini dapat menimbulkan kesulitan-kesulitan jantung , stroke, gangguan ginjal, pengaburan penglihatan, atau penyakit ikutan lain. Untuk mengetahui keadaan tekanan darah tersebut, kita mesti menjalani penurunan tekanan darah. Tekanan darah orang dewasa dinyatakan normal bila angka sistolik (angka atas) dibawah 140 dan angka diastolik (angka bawah) dibawah 85. Pada orang lansia angka tersebut lebih tinggi lagi.

Jika angka-angka tersebut sudah terlampaui, kita mesti melakukan beberapa tindakan penurunannya. Diantaranya, dengan menurunkan kelebihan bobot badan, kalau memang sudah berlebih. Sebab, kelebihan bobot badan temasuk faktor yang erat kaitannya dengan tekanan darah tinggi. Melakukan kegiatan-kegiatan fisik juga diperlukan, misalnya berjalan, berlari, berkebun, atau aktivitas fisik lainnya. Bila mungkin, berolahraga secara teratur. Dengan aktivitas fisik, mekanisme pengaturan tekanan darah akan berlangsung sebagaimana mestinya.

Pada penderita tertentu, tekanan darah tinggi terbukti pula bisa di obati dengan teknik-teknik relaksasi macam meditasi, yoga, atau biofeed back. Pasalnya, penyakit ini berpeluang lebih tinggi merasuk kepada orang-orang yang mengalami tekanan jiwa berkepanjangan. Dengan teknik ralaksai, stres tadi bisa dikurangi.

Namun, yang paling utama dalam penurunan tekanan darah adalah pembatasan garam dalam diet. Cara ini dapat menurunkan takanan darah sampai 5 angka.

Selain upaya tadi, penderita tekanan darah tinggi akan mendapatkan obat penurun tekanan darah bila menemui dokter. Obat-obatan tersebut diantaranya jenis-jenis obat diuretik, beta blockers, atau angiotensin converting enzyme inhibitor.

Tetapi diantara kita mungkin ada yang enggan menggunakannya dengan berbagai alas an. Atau, ada yang sudah mempunyai pegalaman tidak menyenangkan setelah menggunakan obat modern, sehingga mencari cara lain untuk mengatasinya. Cara alternatif itu diantaranyadengan menggunakan obat tradisional. Obat dengan bahan baku alami ini. Mungkin hanya digunakan oleh mereka yang masih tahan menggunakan obat yang rasanya tidak enak, tetapi di yakini baik. Beberapa tanaman yang bisa digunakan sebagai bahan baku obat tekanan darah tinggi diantaranya sambiloto, seledri, dan bawang putih.


Yang Pahit dan Sedap

Sambiloto (Andrograpis paniculata Nees.) sebenarnya dikenal sebagai bahan untuk mengatasi tingginya kadar gula dalam darah. Namun, dalam penelitian terhadap darah tinggi ternyata membuahkan hasil positif. Dalam Chinese Medical Journal Of Tongji Medical University diberitakan sari tanaman sambiloto mampu mengatasi penyempitan pembuluh darah akibat tingginya kadar kolesterol darah atau manipulasi pembuluh darah. Penyempitan pembuluh darah ini di duga menjadi salah satu penyebab meningkatnya tekanan darah. Kedua jurnal juga menyebutkan, sambiloto dapat mencegah penyempitan karena kolesterol atau penggumpalan darah atau sebab lain. Jadi, tanaman ini baik untuk mencegah terjadinya peningkatan tekanan darah.

Sambiloto bisa di gunakan seluruh bagiannya atau akarnya saja. Untuk menggunakannya di perlukan setengah genggam sambiloto segar. Bahan tersebut di cuci dan di rebus dengan air bersih sebanyak 3 gelas biasa. Rebusannya dilakukan hingga cairannya tinggal ¾-nya setelah disaring, sebanyak ¾ gelas air rebusan tersebut diminum. Dalam sehari kita bisa meminumnya 2 kali. Rasanya pasti ditanggung pahit.

Dalam Chinese Medical Journal disebutkan sambiloto mengandung senyawa flavon. Senyawa ini bersifat mencegah penggumpalan darah (antitrombosis) dan menghancurkan gumpalan darah (trombolisis). Sambiloto juga tinggi kadar kaliumnya dan rendah natriumnya (K. Heyne). Dalam 15,9 g sambiloto kering udara terkandung 417 mg kalium dan natriumnya cuma 26 mg. untuk penyakit tekanan darah tinggi, kalium yang bersifat diuretik memang diperlukan untuk membantu tubuh mengeluarkan air dan natrium agar bisa menurunkan tekanan darah. Sementara natrium harus dihindari karena bisa meningkatkan tekanan darah.

Orang juga mengenal seledri (Apium greveolens L.) sebagai tumbuhan yang mampu menurunkan tekanan darah. Seluruh bagian tanaman yang biasanya menjadi bagian penyedap sop atau bakso ini bisa digunakan untuk tujuan tersebut.

Dari hasil penelitian dibuktikan, sari seledri menurunkan tekanan darah pada hewan percobaan kucing. Air rebusan seledri menurunkan kadar kolesterol darah hewan percobaan tikus. Beberapa orang yang telah menggunakannya untuk tujuan menurunkan tekanan darah juga telah merasakan manfaat tersebut.

Agaknya dengan kemampuan seledri menurunkan kadar kolesterol, pergeseran pembuluh darah tidak terjadi. Kelenturan pembuluh darah dipertahankan dan tekanan darah tidak menjadi tinggi. Oleh karena itu seledri lebih baik digunakan untuk mencegah tekanan darah tinggi.

Tanaman dengan batang dan daun berwarna hijau ini diketahui mengandun minyak atsiri dan senyawa flavonoid. Namun, sampai saat ini belum diketahiu senyawa apa yang bertanggung jawab menurunkan kadar kolesterol atau tekanan darah tinggi.

Untuk menggunakannya diperlukan seledri utuh sebanyak 16 batang. Semuanya dicuci dan direbus dengan air bersih sebanyak 2 gelas minum. Rebuslah hingga tinggal ¾ nya. Hasil rebusan tersebut diminum untuk sehari, msing-masing setengah bagiannya.


Bawang Putih

Bawang putih (Allium sativum L.) yang terkenal sebagai bumbu masak juga disebut-sebut bisa mencegah atau mengobati tekanan darah tinggi. Umbi bewarna tinggi ini mengandung zat allicin. Zat ini diduga dapat mengganggu terbentuknya kolesterol. Karena kolesterol tak terbentuk, pengerasan pembuluh darah dapat dicegah. Dengan demikian pembuluh darah tetap lentur dan tekanan darah tidak naik.

Dari penelitian juga diketahui bawang putih mempunyai sifat mencegah penggumpalan darah (thrombosis) dan mencegah terbentuknya pengerasan dinding pembuluh darah. Karena sifat-sifat tadi diduga bawang putih lebih cenderung mencegah terjadinya tekanan darah tinggi ketimbang mengobatinya.

Untuk menggunakannya, setiap kali dibutuhkan 2 siung bawang putih. Umbi berwarna putih ini dikupas dikupas dan dikunyah, lalu ditelan. Setelah itu, minum air hangat seperlunya. Cara ini dilakukan 3 kali sehari. Tapi, jangan lupa untuk melakukan pengontrolan tekanan darah guna mencegah terjadinya hipotensi tekanan darah rendah.

Selain ketiga tanaman tadi, bukti empiris juga memperlihatkan adanya beberapa tanaman yang bisa mambantu menurunkan tekanan darah. Buah mengkudu (Morinda citrifolia) matang dipohon umpamanya, bisa digunakan untuk mengobati hipertensi dengan cu buah ketinara memeras airnya, dicampur dengan sesendok makan madu, lalu diminum 2 kali seminggu.

Adapula yang menyatakan biji kicipir, (Psophocarpustetragonolobus L.), buah belimbing wuluh (Averrhoa Belimbi L.), buah belimbing manis (A. Carambola L.), atau buah ketimun (Cucumis Sativus L.) mampu menurunkan tekanan darah yang terlampau tinggi. Sayangnya, informasi leih jauh tentang tanaman tersebut masih sangat terbatas. Meski begitu, tak ada salahnya untuk untuk di coba. Tanaman-tanaman tersebut sudah sering dikonsumsi sebagai sayur, bumbu masak,buah, atau lalapan yang tidak meracuni. Yang penting dalam, menggunakan tanaman tersebut kita meski mengkontrol tekanan darah agar tidak terjadi penurunan tekanan darah terlalu drastis.


Sumber : Majalah Intisari No. 405 April 1997

By : Yovieta Tresnawardhani Ayuningtyas

S1 Keperawatan A

Tidak ada komentar:

Posting Komentar




Fast, Reliable Web Hosting